Humas IAIN Parepare – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare menggelar Yudisium Sarjana Periode Juli 2026 di Ballroom Laboratorium Terpadu, Jumat (17/7/2026) dengan suasana penuh khidmat dan haru. Sebanyak 131 mahasiswa dari tujuh program studi resmi diyudisium dan dinyatakan lulus berdasarkan Berita Acara Yudisium Nomor B.1782/In.39.7/PP.00.9/07/2026 tertanggal 16 Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FUAD IAIN Parepare, Muhiddin, menyampaikan pentingnya menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai jalan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Menurutnya, lulusan FUAD harus mampu menjadi pribadi yang membawa nilai-nilai Islam yang damai, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh umat manusia.
"Jadilah Islam rahmatan lil 'alamin. Jangan pernah membatasi cita-cita. Teruslah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar kompetensi dan wawasan semakin berkembang," pesannya.

Muhiddin juga mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja saat ini menuntut lulusan untuk memiliki kemampuan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain kompetensi akademik, lulusan harus mampu membangun personal branding, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan memanfaatkan teknologi digital secara positif.
"Di era digital sekarang, kalian perlu mengasah kemampuan public speaking , mengembangkan diri sebagai content creator yang menghadirkan konten edukatif dan inspiratif, serta memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) secara bijak sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan kreativitas," tegasnya.
Ia berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan kepedulian sosial yang tinggi.

Sementara itu, Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Nurul Mutmainnah, turut menyampaikan pesan akademik kepada para peserta yudisium. Ia mengucapkan selamat atas keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan sekaligus mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan.
"Pertama-tama, saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yudisium. Hari ini adalah bukti bahwa kerja keras, doa, dan perjuangan selama bertahun-tahun telah membuahkan hasil. Namun, izinkan saya menyampaikan satu hal penting. Kelulusan S1 bukanlah garis akhir, melainkan garis awal untuk memasuki kehidupan yang sesungguhnya," ujarnya.
Nurul Mutmainnah menegaskan bahwa dunia kerja saat ini tidak lagi hanya menilai indeks prestasi akademik, tetapi juga kemampuan lulusan dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Dunia kerja tidak hanya membutuhkan lulusan yang memiliki nilai akademik yang baik, tetapi juga mereka yang mampu berpikir kritis, beradaptasi, berkolaborasi, dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, teruslah belajar, mengembangkan diri, dan jangan pernah berhenti meningkatkan kapasitas," katanya.

Ia juga mengajak para lulusan untuk menjaga nama baik almamater serta menjadikan ilmu yang diperoleh selama kuliah sebagai bekal dalam memberikan kontribusi bagi bangsa, negara, dan agama.
Yudisium ini menjadi momentum penting bagi para lulusan FUAD IAIN Parepare untuk memasuki babak baru kehidupan. Bekal ilmu, karakter, dan pesan akademik yang disampaikan para pimpinan fakultas diharapkan menjadi fondasi bagi para alumni dalam menghadapi tantangan dunia profesional sekaligus berkontribusi sebagai insan akademik yang membawa nilai-nilai Islam yang moderat, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Penulis: Mifda Hilmiyah
Dekan FUAD Ajak Lulusan Menjadi Rahmatan lil 'Alamin dan Siap Hadapi Tantangan Era Digital