Fuad IAIN Parepare - Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare melaksanakan kunjungan awal Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Zubdatul Asraar Lappa Anging PC NU Parepare, pada hari Senin, 3 Agustus 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan program bertajuk Penguatan Maharah al-Kalam Santri melalui Pendampingan Berbasis Pembiasaan dalam Membangun Bi'ah Lughawiyyah di Pondok Pesantren Zubdatul Asraar Lappa Anging PC NU Parepare yang akan berlangsung pada 4–9 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab FUAD IAIN Parepare, Dr. Hamsa, M.Hum., yang mewakili tim pelaksana bersama St. Fauziah, M.Hum., disambut oleh Koordinator Taklimiyah Pondok Pesantren Zubdatul Asraar, Ust. Muhammad Yusuf, serta Koordinator Kesehatan, Nur Hidayatullah. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan membahas kesiapan teknis pelaksanaan pendampingan yang akan melibatkan para santri selama enam hari.
Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbicara (maharah al-kalam) santri melalui pendekatan pembiasaan berbahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun bi'ah lughawiyyah atau lingkungan berbahasa yang mendorong santri menggunakan bahasa Arab secara aktif, komunikatif, dan berkelanjutan.

Mewakili tim pelaksana, Dr. Hamsa, M.Hum., mengatakan bahwa tema pengabdian tersebut selaras dengan kebutuhan pembelajaran bahasa Arab di pesantren yang menekankan keseimbangan antara penguasaan teori dan praktik.
"Kemampuan berbicara dalam bahasa Arab tidak cukup diperoleh melalui pembelajaran teori semata, tetapi harus dibangun melalui praktik yang berkesinambungan dalam lingkungan yang mendukung. Pendampingan berbasis pembiasaan menjadi strategi yang efektif untuk menumbuhkan keberanian, kelancaran, dan kepercayaan diri santri dalam menggunakan bahasa Arab pada aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh proses pendampingan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga oleh komitmen seluruh unsur pesantren dalam mempertahankan budaya berbahasa Arab.
"Program ini akan memberikan dampak yang berkelanjutan apabila pembiasaan berbahasa mampu diintegrasikan ke dalam budaya pesantren melalui keterlibatan aktif para ustaz, pengurus, dan seluruh santri. Dengan demikian, bi'ah lughawiyyah tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi berkembang menjadi budaya yang mendukung peningkatan kompetensi komunikasi santri secara berkesinambungan," jelasnya.
Dr. Hamsa menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan bahasa Arab di pesantren.
"Pengabdian ini diharapkan memberikan manfaat praktis bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab sekaligus mendukung lahirnya santri yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab secara aktif, komunikatif, dan percaya diri," tuturnya.

Melalui kolaborasi antara Program Studi Bahasa dan Sastra Arab FUAD IAIN Parepare dan Pondok Pesantren Zubdatul Asraar Lappa Anging PC NU Parepare, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya berbahasa Arab di lingkungan pesantren sekaligus menjadi implementasi nyata tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kompetensi santri.
Penulis : Jumiati
Editor : Sri Rahayu Andira
Dosen BSA FUAD Perkuat Maharah al-Kalam Santri di Pesantren