Fuad IAIN Parepare - Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare, Muhammad Harmain, memandu workshop penyusunan komponen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE) yang terintegrasi dengan sistem digital kampus. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola akademik dan standardisasi dokumen pembelajaran menjelang proses akreditasi program studi.
Workshop yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Parepare bersama Tim Pengabdian Arsiparis tersebut berlangsung di Ballroom Laboratorium Terpadu IAIN Parepare, Rabu (27/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dengan agenda utama pendampingan penyusunan RPS berbasis OBE serta penginputannya melalui aplikasi generator RPS yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Akademik (SISFO) IAIN Parepare.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Parepare, Zulfah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa digitalisasi RPS merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola akademik yang tertib dan terstandar.
“Penyusunan RPS berbasis OBE yang terintegrasi langsung dengan sistem digital kampus adalah langkah strategis untuk mempercepat tata kelola akademik yang tertib, akuntabel, dan mudah diakses kapan saja. Saya berharap seluruh dosen dapat memanfaatkan aplikasi generator ini secara maksimal sehingga dokumen kurikulum kita semakin rapi dan terstandar,” ujarnya.
Pada sesi inti, Muhammad Harmain memberikan pendampingan langsung kepada peserta dalam menyusun berbagai komponen RPS berbasis OBE. Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga diarahkan pada praktik penyusunan dan penginputan dokumen ke dalam aplikasi generator RPS.
“Melalui aplikasi generator ini, proses penyusunan dan penginputan RPS OBE menjadi lebih efisien dan seragam formatnya. Selain itu, sistem ini juga memudahkan proses monitoring dan audit mutu ke depannya,” jelas Muhammad Harmain.
Ia menambahkan, pemanfaatan sistem digital dalam penyusunan RPS menjadi bekal penting bagi perguruan tinggi dalam memastikan keteraturan dokumen akademik.
“Ini juga menjadi bekal penting menjelang proses akreditasi program studi, karena dokumen pembelajaran harus tersusun secara sistematis, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri,” lanjutnya.

Dalam workshop tersebut, para dosen tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam sesi praktik langsung. Peserta didampingi untuk menyusun komponen RPS berbasis OBE sekaligus melakukan penginputan ke dalam aplikasi secara langsung.
Sesi praktik ini memberikan kesempatan kepada dosen untuk memahami tahapan penyusunan RPS mulai dari perumusan capaian pembelajaran, penyusunan materi dan metode pembelajaran, hingga penginputan komponen RPS ke dalam sistem digital kampus.
Melalui kegiatan tersebut, IAIN Parepare terus mendorong penguatan implementasi kurikulum berbasis OBE melalui pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penyusunan dokumen akademik, memperkuat standardisasi RPS, serta mendukung kesiapan program studi dalam menghadapi proses monitoring, audit mutu, dan akreditasi.
Dosen FUAD Muhammad Harmain Pandu Workshop Digitalisasi RPS-OBE