Skip ke Konten

Dua Dosen Prodi SPI Ikuti Musyawarah Nasional IV APSII dan APSII Award di Cirebon

23 Juli 2026 oleh
Dua Dosen Prodi SPI Ikuti Musyawarah Nasional IV APSII dan APSII Award di Cirebon
Admin Fuad
| Belum ada komentar

Fuad IAIN Parepare – Dua dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare, Ahmad Yani dan Saidin Hamzah, mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) IV Asosiasi Program Studi Sejarah Islam se-Indonesia (APSII) yang dirangkaikan dengan APSII Award. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (23/7/2026) di Ballroom Hotel The Luxton Cirebon dan dihadiri oleh para ketua program studi serta dosen Sejarah Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.


Forum nasional ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi untuk memperkuat sinergi, merumuskan arah pengembangan Program Studi Sejarah Islam, sekaligus menghadirkan berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital. Selain agenda musyawarah, kegiatan juga diisi dengan pemberian APSII Award sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan prestasi program studi serta insan akademik di bidang sejarah Islam.


Ketua APSII Ahmad Abbas dalam sambutannya menegaskan bahwa APSII harus terus menjadi organisasi yang adaptif, progresif, dan mampu melahirkan berbagai terobosan demi kemajuan pendidikan Sejarah Islam di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antarkampus menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Pada kesempatan tersebut, pengurus APSII juga menyampaikan sejumlah program strategis organisasi. Salah satunya adalah pelaksanaan APSII Award yang diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi program studi yang terus berkembang dan berinovasi. Meskipun penghargaan yang diberikan berupa piagam, keberadaannya dinilai penting sebagai bentuk pengakuan akademik sekaligus menjadi salah satu dokumen pendukung dalam proses akreditasi program studi.


Selain itu, APSII terus memperluas jejaring kerja sama internasional dengan memanfaatkan potensi alumni yang telah berkiprah di berbagai negara, seperti Malaysia, Meksiko, dan sejumlah negara lainnya. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi riset, pertukaran akademik, hingga pengembangan kurikulum yang berorientasi pada standar global.


Dalam forum Munas IV juga disampaikan bahwa Olimpiade Sejarah Islam Nasional (OSINAS) yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan akan kembali digelar pada tahun mendatang dengan Kota Palu sebagai tuan rumah. Pengurus APSII mengajak seluruh program studi untuk terus berkarya, melahirkan inovasi baru, dan meningkatkan partisipasi dalam berbagai agenda nasional sebagai bentuk komitmen memajukan disiplin ilmu Sejarah Islam.


Pembahasan penting lainnya dalam musyawarah adalah penguatan kurikulum Program Studi Sejarah Islam agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Para peserta mengusulkan penguatan mata kuliah seperti Heritage Studies (Warisan Budaya), Museologi, Arkeologi, serta Cagar Budaya sebagai kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan Sejarah Islam. Selain itu, konsep curriculum for society dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) juga menjadi perhatian agar lulusan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai akademik dan pelestarian warisan budaya.


"Kami berharap hasil Munas IV APSII ini mampu melahirkan rekomendasi yang visioner dan aplikatif sehingga Program Studi Sejarah Islam semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan jati diri keilmuan sejarah. Penguatan kurikulum berbasis warisan budaya, museologi, arkeologi, cagar budaya, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) harus menjadi perhatian bersama agar lulusan Sejarah Islam memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja," ujar Ketua Prodi SPI, Saidin Hamzah.


Ia juga berharap APSII semakin memperluas jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga membuka lebih banyak peluang kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.


Keikutsertaan dua dosen Program Studi SPI FUAD IAIN Parepare dalam Musyawarah Nasional IV APSII dan APSII Award menjadi wujud komitmen institusi untuk terus mengambil bagian dalam pengembangan keilmuan Sejarah Islam di tingkat nasional. Melalui forum ini diharapkan berbagai gagasan, jejaring, dan rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan dalam penguatan kurikulum, peningkatan mutu akademik, serta pengembangan Program Studi Sejarah Peradaban Islam IAIN Parepare agar semakin unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.


Penulis: Saidin Hamzah

Editor: Mifda Hilmiyah

di dalam Berita Fuad
Masuk untuk meninggalkan komentar