HUMAS IAIN Parepare - Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare memperkuat koordinasi dan sinergi dalam penyusunan program kerja melalui rapat yang berlangsung di Ruang Rapat FUAD Lantai 1 pada Rabu, 10 Juni 2026, pukul 14.00 Wita. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I, Dekan, para Wakil Dekan, Kepala Bagian Tata Usaha, ketua program studi, serta tenaga kependidikan. Agenda rapat mencakup pembahasan arah kebijakan, penyusunan program kerja, penguatan mutu, dan strategi pengembangan fakultas menuju akreditasi unggul.
Rapat dibuka oleh Wakil Dekan I FUAD, Dr. Ahmad Yani, M.Hum., yang bertindak sebagai moderator. Dalam pengantarnya, ia menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi seluruh unsur fakultas dalam merancang langkah strategis ke depan. Menurutnya, hasil pertemuan tersebut akan menjadi landasan dalam penyusunan program kerja yang selanjutnya dibahas pada rapat kerja fakultas yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juli mendatang.

Wakil Rektor I IAIN Parepare, Dr. Zulfah, M.Pd., dalam arahannya menekankan bahwa setiap program kerja harus berorientasi pada mutu, efisiensi, dan keselarasan dengan visi serta misi institusi. Ia mengingatkan agar penyusunan program kerja mempertimbangkan ketersediaan anggaran sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan tidak menghabiskan waktu maupun energi secara berlebihan.
“Program kerja harus dirancang sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia, tetapi tetap mampu menjawab persoalan yang dihadapi program studi dan mendukung pencapaian visi perguruan tinggi yang unggul,” ujarnya.
Dr. Zulfah juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran serta komunikasi yang baik antara fakultas dan program studi. Menurutnya, jumlah mahasiswa merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian mutu perguruan tinggi. Oleh karena itu, setiap program kerja diharapkan mampu meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap program studi yang ada di FUAD.

Ia mendorong lahirnya program-program yang menghasilkan lebih dari satu luaran (outcome), seperti peningkatan kompetensi mahasiswa, penguatan pengabdian kepada masyarakat, implementasi kerja sama, hingga pembinaan sekolah mitra. Program kerja yang terintegrasi dinilai lebih efektif dalam mendukung pencapaian target institusi.
Selain itu, Wakil Rektor I menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan dan program yang dirancang. Menurutnya, kualitas program studi akan tercermin dari kompetensi, sikap, dan keterampilan lulusan yang dihasilkan.
“Buatlah program yang benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa sehingga mereka menjadi lulusan yang unggul dan mampu menunjukkan keunggulan program studinya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FUAD, Dr. H. Muhiddin, Lc., M.Fil.I., menegaskan bahwa orientasi utama penyusunan program kerja saat ini adalah mendukung pencapaian akreditasi unggul. Ia menjelaskan bahwa setiap program harus memiliki keterkaitan yang jelas antara masukan (input), proses, dan luaran (outcome) yang dihasilkan.

Menurutnya, fakultas telah membagikan matriks diagnosis kepada seluruh program studi untuk memetakan berbagai persoalan yang dihadapi. Data tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan program kerja yang tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masing-masing program studi.
“Melalui diagnosis yang tepat, kita dapat mengetahui akar persoalan dan menentukan program yang relevan untuk mengatasinya. Bahkan, satu kegiatan dapat menghasilkan lebih dari satu luaran,” jelasnya.
Dalam arahannya, Dekan FUAD juga mengingatkan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data dan bukti. Ia mengutip prinsip penjaminan mutu yang menjadi landasan pengelolaan perguruan tinggi, yaitu No Data–No Decision, No Evidence–No Recognition, dan No Improvement–No Quality.
Sementara itu, Wakil Dekan II FUAD, Dr. H. M. Ihsan Darwis, M.Si., menyoroti pentingnya dukungan terhadap pengembangan laboratorium keagamaan serta pemanfaatan anggaran yang mendukung kebutuhan akreditasi program studi.
Kepala Bagian Tata Usaha FUAD, Dr. Hj. Nurmi, M.A., menyampaikan bahwa seluruh program kerja yang dirancang harus mendukung terwujudnya fakultas yang kreatif, inovatif, dan unggul sesuai dengan visi dan misi institusi. Ia juga menginformasikan adanya peningkatan alokasi anggaran sekitar lima persen yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh setiap program studi.
“Setiap program studi perlu mencanangkan program kerja yang realistis dan sesuai dengan anggaran yang tersedia sehingga pelaksanaannya dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi antara pimpinan fakultas dan para ketua program studi. Dalam forum tersebut, berbagai usulan, kebutuhan, dan strategi pelaksanaan program kerja dibahas secara terbuka guna memastikan seluruh rencana yang disusun memiliki arah yang jelas, terukur, serta mendukung peningkatan mutu akademik dan kelembagaan FUAD IAIN Parepare.
Penulis: Jumiati
Editor: Sri Rahayu Andira
FUAD Perkuat Sinergi Program Kerja, Warek I Tekankan Efisiensi dan Kualitas