Skip ke Konten

IPK 3,99 Raih Anugerah Tertinggi, Nur Asma Ikhwan Jadi Lulusan Terbaik Yudisium FUAD IAIN Parepare

17 Juli 2026 oleh
IPK 3,99 Raih Anugerah Tertinggi, Nur Asma Ikhwan Jadi Lulusan Terbaik Yudisium FUAD IAIN Parepare
Admin Fuad
| Belum ada komentar

FUAD IAIN Parepare – Anugerah capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Tertinggi menjadi salah satu momen istimewa dalam Yudisium Sarjana Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare Periode Juli 2026 yang digelar di Ballroom Laboratorium Terpadu IAIN Parepare, Jumat (17/7/2026). Penghargaan tersebut diberikan kepada Nur Asma Ikhwan sebagai lulusan dengan IPK tertinggi, yakni 3,99 dengan predikat Dengan Pujian. Penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian yudisium yang menetapkan 131 mahasiswa dari tujuh program studi resmi lulus sebagai sarjana berdasarkan Berita Acara Yudisium Nomor B.1782/In.39.7/PP.00.9/07/2026 tertanggal 16 Juli 2026.

Selain Nur Asma Ikhwan, penghargaan akademik juga diberikan kepada Sri Herlinda Hafid yang meraih IPK 3,98 dengan predikat Dengan Pujian, serta Astrid yang memperoleh IPK 3,97 dengan predikat Dengan Pujian. Ketiganya dinilai berhasil menunjukkan konsistensi, kedisiplinan, dan dedikasi yang tinggi dalam menyelesaikan studi hingga akhir masa perkuliahan.


Nur Asma Ikhwan mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari doa, dukungan, dan bimbingan banyak pihak yang senantiasa menyertainya selama menempuh pendidikan di FUAD IAIN Parepare.


"Saya merasa sangat bersyukur, bahagia, dan terharu atas penghargaan ini. Pencapaian ini bukan semata-mata hasil usaha pribadi, melainkan berkat doa dan dukungan kedua orang tua, keluarga, dosen, serta teman-teman yang selalu memberikan motivasi dan semangat selama perjalanan akademik saya," ujarnya.


Ia menuturkan bahwa motivasi terbesarnya selama kuliah adalah membahagiakan kedua orang tua sekaligus memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya. Baginya, menuntut ilmu bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga bagian dari ibadah yang memberikan makna dan keberkahan dalam kehidupan.

"Motivasi terbesar saya adalah membahagiakan dan membanggakan kedua orang tua serta memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya. Selain itu, saya meyakini bahwa menuntut ilmu merupakan bagian dari ibadah, sehingga setiap proses belajar yang dijalani memiliki nilai dan keberkahan tersendiri," katanya.


Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Parepare, Muhiddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan berprestasi, khususnya penerima Anugerah IPK Tertinggi. Menurutnya, prestasi tersebut mencerminkan kualitas akademik mahasiswa sekaligus menjadi indikator keberhasilan proses pembelajaran yang berlangsung di lingkungan FUAD.


"Capaian IPK tertinggi yang diraih para mahasiswa merupakan prestasi yang membanggakan bagi fakultas. Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas akademik, menjaga integritas, dan mengembangkan kompetensi agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujarnya.


Melalui pemberian Anugerah IPK Tertinggi, FUAD IAIN Parepare menegaskan komitmennya dalam memberikan apresiasi terhadap prestasi akademik mahasiswa. Penghargaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kerja keras para lulusan, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya akademik yang unggul, kompetitif, dan berintegritas. Dengan semangat tersebut, para lulusan diharapkan mampu melanjutkan kiprahnya di tengah masyarakat sebagai alumni yang berprestasi, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kemajuan ilmu pengetahuan.


Penulis: Jumiati

Editor: Mifda Hilmiyah

di dalam Berita Fuad
Masuk untuk meninggalkan komentar