Skip ke Konten

Perkuat Kompetensi Konseling, Dosen BKI Susun Modul Ajar

12 Agustus 2026 oleh
Perkuat Kompetensi Konseling, Dosen BKI Susun Modul Ajar
Admin Fuad
| Belum ada komentar

Fuad IAIN Parepare - Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare mengikuti Workshop Bahan Ajar yang menghadirkan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Abdul Saman, Ph.D., Kons., sebagai pemateri, Selasa-Rabu, 11-12 Agustus 2026, di Laboratorium BKI, Lantai 4 Laboratorium Terpadu IAIN Parepare. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menghasilkan bahan ajar yang mendukung penguasaan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis mahasiswa BKI.

Workshop yang dilaksanakan secara hybrid tersebut diikuti oleh para dosen pengampu mata kuliah Program Studi BKI untuk Tahun Akademik 2027/2028. Pelaksanaan secara daring dan luring memungkinkan seluruh dosen tetap terlibat dalam proses pengembangan bahan ajar, termasuk peserta yang sedang melaksanakan tugas di luar kota.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Abdul Saman, Ph.D., Kons., menegaskan bahwa keberhasilan bahan ajar tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan materi, tetapi juga oleh sejauh mana bahan ajar tersebut mampu mendorong perubahan perilaku mahasiswa. Menurutnya, pembelajaran BKI perlu memperkuat praktik teknik konseling melalui modul yang disusun sesuai dengan karakteristik setiap mata kuliah.

“Bahan ajar yang paling utama adalah perubahan perilaku pada peserta didik,” jelas Prof. Abdul Saman. Ia menambahkan bahwa pembelajaran Bimbingan dan Konseling tidak dapat hanya berorientasi pada aspek kognitif. Mahasiswa juga perlu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan melalui latihan dan praktik penerapan teknik konseling.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penyusunan modul. Para dosen mengembangkan rancangan bahan ajar berdasarkan mata kuliah yang diampu dengan memperhatikan struktur materi, capaian pembelajaran, kebutuhan mahasiswa, persoalan yang ditemukan di lapangan, serta integrasi nilai-nilai keislaman sebagai karakteristik Program Studi BKI.

Salah seorang peserta, Prof. Dr. Sitti Jamilah Amin, M.Ag., mengapresiasi pelaksanaan workshop dan proses pendampingan yang diberikan kepada para dosen. Ia menilai kegiatan tersebut menghasilkan capaian nyata berupa modul ajar yang disusun secara lebih sistematis dan siap dikembangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran.

“Modul yang dihasilkan dari workshop ini bukan hanya dokumen tertulis, melainkan alat bantu pendidikan yang akan menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam pembelajaran mereka,” ujarnya. Menurutnya, pengembangan bahan ajar yang terstruktur, relevan dengan kebutuhan mahasiswa, dan terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman menjadi langkah strategis di tengah perkembangan pendidikan yang semakin dinamis.

Hasil workshop tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan kualitas pembelajaran di Program Studi BKI. Modul yang dikembangkan para dosen dapat menjadi instrumen untuk menjembatani penguasaan teori dengan keterampilan praktik, sekaligus mendukung pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan selaras dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi BKI.


Penulis: Jumiati

Editor: Sri Rahayu Andira

di dalam Berita Fuad
Masuk untuk meninggalkan komentar