Fuad IAIN Parepare - Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Yudisium Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare yang digelar di Ballroom Laboratorium Terpadu, Jumat (17/7/2026). Momen yang menandai kelulusan mahasiswa tersebut tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga ruang refleksi bagi para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kampus.
Dalam pesan akademiknya, Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Nurul Mutmainnah, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium sekaligus mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal memasuki kehidupan yang sesungguhnya.
"Pertama-tama, saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yudisium. Hari ini adalah bukti bahwa kerja keras, doa, dan perjuangan selama bertahun-tahun telah membuahkan hasil. Namun, izinkan saya menyampaikan satu hal penting. Kelulusan S1 bukanlah garis akhir, melainkan garis awal untuk memasuki kehidupan yang sesungguhnya," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dunia kerja tidak lagi hanya menilai prestasi akademik semata, melainkan kemampuan seseorang dalam memberikan solusi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Mulai besok, dunia tidak lagi bertanya, 'Berapa IPK Anda?' Dunia akan lebih banyak bertanya, 'Apa yang bisa Anda kerjakan? Masalah apa yang bisa Anda selesaikan? Nilai apa yang bisa Anda berikan kepada masyarakat dan tempat Anda bekerja?' Karena itu, jangan pernah merasa cukup hanya dengan memiliki ijazah. Ijazah membuka pintu, tetapi keterampilanlah yang membuat seseorang tetap bertahan dan berkembang," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurul Mutmainnah juga menyampaikan pandangan mengenai pentingnya tanggung jawab dibanding sekadar mengikuti passion.
Menurutnya, passion memang dapat membuat seseorang menikmati pekerjaannya, tetapi tanggung jawablah yang membuat seseorang tetap bertahan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
"Banyak orang berkata, 'Ikutilah passion-mu.' Saya tidak mengatakan bahwa passion itu tidak penting. Namun, dalam kehidupan nyata, ada sesuatu yang lebih penting daripada passion, yaitu tanggung jawab. Ketika Saudara bekerja nanti, akan ada orang tua yang berharap masa depan anaknya, keluarga yang membutuhkan, dan masyarakat yang menunggu kontribusi Saudara. Yang membuat seseorang tetap bangun pagi, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan tidak mudah menyerah bukan hanya karena menyukai pekerjaannya, tetapi karena memiliki tanggung jawab," tambahnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan, etos kerja, disiplin, kejujuran, dan rasa tanggung jawab merupakan modal utama untuk membangun kehidupan yang mandiri.
Pada bagian lain sambutannya, Kaprodi Sosiologi Agama turut memberikan pesan kepada para lulusan terkait kehidupan berumah tangga. Ia mengingatkan agar alumni tidak terburu-buru menikah hanya karena tekanan sosial ataupun mengikuti tren.
"Sebagai dosen, kami tentu mendoakan seluruh lulusan mendapatkan pasangan hidup yang baik. Namun, jangan terburu-buru menikah hanya karena mengikuti tren atau tekanan lingkungan. Menikah bukan sekadar memiliki pasangan, tetapi menerima tanggung jawab baru sebagai suami, istri, bahkan kelak sebagai ayah atau ibu. Bangunlah terlebih dahulu fondasi kehidupan Saudara. Milikilah pekerjaan, kemampuan, dan kemandirian," pesannya.
Ia juga mengajak lulusan untuk menjadi generasi pembelajar yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.
"Indonesia sedang berubah dengan sangat cepat. Teknologi berkembang, kecerdasan buatan hadir di berbagai bidang, persaingan kerja semakin ketat, dan jenis pekerjaan terus berubah. Jangan takut menghadapi perubahan. Justru jadilah generasi yang mampu belajar lebih cepat daripada perubahan itu sendiri. Jangan malu memulai dari bawah, jangan malu menjadi wirausaha, jangan malu mencoba hal baru, dan jangan malu gagal. Yang memalukan bukanlah gagal, tetapi berhenti belajar dan menyerah sebelum mencoba," tambahnya.
Menurutnya, lulusan FUAD memiliki keunggulan karena tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga nilai-nilai keislaman, akhlak, kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Mengakhiri pesan akademiknya, Nurul Mutmainnah mengangkat analogi dari Hukum I Newton atau Hukum Inersia sebagai refleksi perjalanan hidup setelah lulus.
"Kalau hari ini kita hanya diam, menunggu kesempatan datang, menunggu dipanggil bekerja, menunggu keadaan berubah dengan sendirinya, maka kemungkinan besar tidak akan ada yang berubah. Tetapi ketika kita mulai bergerak, sekecil apa pun langkah itu, maka peluang akan mulai terbuka. Mengirim lamaran kerja, mengikuti pelatihan, mengambil sertifikasi, belajar bahasa asing, membangun usaha kecil, melanjutkan pendidikan, memperluas jaringan pertemanan, semuanya adalah bentuk gerakan yang perlahan mengubah arah kehidupan,” tuturnya.
Sebagai seorang sosiolog, ia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki titik awal kehidupan yang berbeda. Namun, menurutnya, setiap individu tetap memiliki kesempatan yang sama untuk terus belajar, bergerak, dan memperbaiki diri.
"Jangan jadikan keadaan sebagai alasan untuk berhenti. Jadikan keadaan sebagai alasan untuk bangkit. Ingatlah, rezeki lebih sering menghampiri orang yang sedang berjalan daripada orang yang hanya menunggu," ucapnya.
Menutup sambutannya, Nurul Mutmainnah berharap para alumni FUAD IAIN Parepare mampu menjaga nama baik almamater serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat di berbagai bidang profesi.
"Maka setelah meninggalkan kampus ini, jangan hanya membawa ijazah. Bawalah keberanian untuk mencoba, kerendahan hati untuk terus belajar, dan kedisiplinan untuk bekerja keras. Mulailah bergerak hari ini. Karena masa depan tidak dibangun oleh mereka yang hanya menunggu, tetapi oleh mereka yang berani melangkah. Semoga lima atau sepuluh tahun yang akan datang, kami mendengar kabar bahwa alumni Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah telah menjadi dosen, peneliti, pengusaha, ASN, penyuluh, pekerja profesional, pemimpin masyarakat, maupun tokoh yang memberikan manfaat bagi banyak orang," tutupnya.

Ia pun mengakhiri pesannya dengan doa agar seluruh lulusan diberikan kemudahan dalam menapaki babak baru kehidupan.
"Selamat atas yudisium Saudara. Selamat menapaki babak baru kehidupan. Semoga Allah Swt. memudahkan setiap langkah, melapangkan rezeki, menguatkan hati, dan menjadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai cahaya yang menerangi kehidupan Saudara dan masyarakat," harapnya.
Penulis: Mifda Hilmiyah
Pesan Akademik Kaprodi Sosiologi Agama di Yudisium FUAD: Tanggung Jawab Menentukan Masa Depan