Skip ke Konten

Pimpinan FUAD Hadiri Forum Dekan di Kegiatan Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab (ADIA)

24 Juli 2026 oleh
Pimpinan FUAD Hadiri Forum Dekan di Kegiatan Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab (ADIA)
Admin Fuad
| Belum ada komentar

Fuad IAIN Parepare-Pimpinan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare menghadiri Forum Dekan dalam rangkaian The ADIA International Conference 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Ilmu Adab (ADIA). Kegiatan tersebut berlangsung pada, Kamis (23/08/2026) di Ballroom Hotel The Luxton Cirebon dan diikuti oleh para dekan serta pimpinan fakultas ilmu adab dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Pada kesempatan tersebut, FUAD IAIN Parepare diwakili oleh Wakil Dekan I, Ahmad Yani.

Forum Dekan menjadi ruang strategis bagi para pimpinan fakultas untuk mendiskusikan arah pengembangan pendidikan tinggi, penguatan kelembagaan, serta berbagai tantangan yang dihadapi disiplin ilmu adab di tengah perubahan sosial dan kemajuan teknologi. Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat jejaring kerja sama antarfakultas dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam sambutannya, Ketua ADIA, Faisal, menyoroti perubahan besar yang tengah dihadapi dunia pendidikan akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, masyarakat saat ini telah memasuki era AI Society, di mana teknologi kecerdasan buatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa tantangan akademisi bukan lagi mempertanyakan apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut secara bijaksana dan bertanggung jawab. "Menolak AI hanya akan membuat kita semakin tertinggal," tegasnya.

Faisal juga menekankan bahwa dosen ilmu adab memiliki tanggung jawab besar untuk mengembalikan makna adab agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, adab tidak hanya dipahami sebagai etika atau sopan santun, tetapi juga mencakup integritas, tanggung jawab intelektual, karakter, serta kemampuan menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah derasnya arus transformasi digital. Ia turut mengingatkan bahwa rendahnya budaya literasi dan membaca menjadi tantangan serius yang harus dijawab melalui penguatan kajian ilmu adab yang kontekstual dan adaptif.

Menanggapi berbagai isu yang dibahas dalam Forum Dekan, Wakil Dekan I FUAD IAIN Parepare, Ahmad Yani, menilai bahwa forum tersebut memberikan perspektif baru mengenai arah pengembangan fakultas ilmu adab di masa depan. Menurutnya, transformasi digital harus direspons secara positif tanpa menghilangkan identitas keilmuan dan nilai-nilai akademik yang menjadi ciri khas perguruan tinggi Islam.

Ahmad Yani menyampaikan bahwa FUAD IAIN Parepare berkomitmen untuk terus melakukan penguatan kurikulum, meningkatkan kualitas riset, serta mendorong dosen dan mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, sebagai instrumen untuk mendukung pembelajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah. Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi harus tetap berlandaskan pada etika akademik, kejujuran ilmiah, dan nilai-nilai adab yang menjadi fondasi pendidikan Islam.

"Forum Dekan ADIA ini memberikan banyak inspirasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam mengembangkan pendidikan ilmu adab. Kolaborasi antarfakultas, penguatan budaya literasi, serta pemanfaatan AI secara bijak merupakan langkah penting agar lulusan kita tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan," ujar Ahmad Yani.

Keikutsertaan pimpinan FUAD IAIN Parepare dalam Forum Dekan ADIA 2026 menjadi wujud komitmen FUAD IAIN Parepare dalam memperkuat jejaring akademik nasional sekaligus berkontribusi aktif terhadap pengembangan ilmu adab yang adaptif terhadap perkembangan zaman. gagasan dan kerja sama strategis yang mampu meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta memperkokoh eksistensi FUAD IAIN Parepare di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis: Saidin Hamzah

Editor: Mifda Hilmiyah

di dalam Berita Fuad
Masuk untuk meninggalkan komentar