Fuad IAIN Parepare - Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare, berkontribusi dalam kegiatan digitalisasi dan inventarisasi naskah kuno koleksi peninggalan Puang Muhsin Umar Kali di Jampuae, pada hari Jumat,16 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di kediaman H. Muhsin Umar tersebut menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian warisan intelektual dan sejarah lokal melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan ini melibatkan tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), proyek Dreamsea dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, tim Prodi SPI FUAD IAIN Parepare, serta tuan rumah, Puang Basid. Kolaborasi tersebut merupakan bentuk sinergi antara lembaga riset dan perguruan tinggi dalam menjaga keberadaan naskah kuno sebagai sumber pengetahuan sejarah, kebudayaan, dan peradaban Islam. Melalui kegiatan ini, naskah-naskah peninggalan masa lalu diharapkan dapat diinventarisasi secara sistematis dan didokumentasikan dengan baik untuk kepentingan penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan.
Husnul, anggota tim BRIN, menjelaskan bahwa personel yang terlibat dalam kegiatan ini memiliki keahlian khusus dalam proses inventarisasi dan digitalisasi naskah. Tim yang bertugas di Makassar terdiri atas sembilan personel, dengan empat orang sebagai tim inti. Sementara itu, dua personel dari Jakarta bertugas menangani metadata dan dokumentasi menggunakan kamera. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan tenaga ahli lokal serta mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas). Dengan demikian, proses pelestarian naskah tidak hanya menjadi kegiatan dokumentasi, tetapi juga ruang kolaborasi dan pembelajaran lintas lembaga.
Selanjutnya, Husnul Fahimah menjelaskan bahwa kegiatan digitalisasi ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan proyek Dreamsea PPIM UIN Jakarta. Prosesnya direncanakan berlangsung selama satu tahun dengan tahapan kerja yang sistematis. Menurutnya, digitalisasi naskah tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena setiap naskah membutuhkan penanganan yang cermat, mulai dari pemeriksaan kondisi fisik, penataan halaman, pemberian nomor, hingga proses pemotretan dan penyimpanan digital.
Ia menegaskan bahwa kondisi naskah harus dipastikan tertata dengan baik sebelum memasuki tahap dokumentasi. Halaman yang belum berurutan perlu dirapikan dan diberi nomor agar susunannya jelas serta memudahkan proses identifikasi. Setelah penataan selesai, naskah difoto dengan memperhatikan pencahayaan dan kondisi pengambilan gambar. Ketelitian dalam setiap tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menghasilkan dokumentasi digital yang berkualitas sekaligus mempertahankan informasi yang terkandung dalam naskah asli.
Dosen Tetap Program Studi (DTPS) SPI FUAD IAIN Parepare, Ahmad Yani, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keterlibatan pihaknya dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan ini merupakan ruang pembelajaran yang sangat berharga bagi pengembangan keilmuan sejarah, khususnya dalam kajian manuskrip dan sumber sejarah. Ia menilai kegiatan tersebut relevan dengan karakter keilmuan Prodi SPI yang mengkaji hubungan antara sejarah, kebudayaan, dan Islam, termasuk melalui mata kuliah Kajian Naskah.
Ahmad Yani berharap keterlibatan Prodi SPI dalam kegiatan ini menjadi langkah awal bagi terbangunnya kerja sama berkelanjutan antara IAIN Parepare dan BRIN. Terlebih, Prodi SPI memiliki Laboratorium Sejarah Peradaban Islam yang berpotensi dikembangkan sebagai ruang pembelajaran, penelitian, dan dokumentasi sumber-sumber sejarah. Ia berharap tim BRIN dapat memberikan bimbingan dan pendampingan agar dosen serta mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam penanganan, inventarisasi, dan digitalisasi naskah kuno.
Ia juga menekankan bahwa setiap kegiatan pengelolaan naskah harus diawali dengan kesepakatan bersama dan izin dari pemilik koleksi serta dilaksanakan sesuai dengan kode etik yang berlaku.

Melalui kolaborasi ini, Prodi SPI FUAD IAIN Parepare menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian warisan budaya dan pengembangan penelitian sejarah berbasis sumber primer. Digitalisasi dan inventarisasi naskah kuno koleksi peninggalan Puang Muhsin Umar Kali di Jampuae diharapkan dapat memperluas akses akademik terhadap sumber sejarah, membuka peluang penelitian lanjutan, serta menjaga warisan intelektual lokal agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
Penulis: Saidin Hamzah
Editor: Sri Rahayu
Prodi Sejarah Peradaban Islam FUAD IAIN Parepare Kolaborasi BRIN Lakukan PKM di Jampue Pinrang