Skip ke Konten

Wadek II FUAD Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Seruan Memperbanyak Kebaikan

16 Juni 2026 oleh
Wadek II FUAD Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Seruan Memperbanyak Kebaikan
Admin Fuad
| Belum ada komentar

FUAD IAIN Parepare- Suasana khusyuk dan penuh nuansa spiritual menyelimuti Masjid Raodatul Jannah pada, Senin (15/06/2026). Ratusan jamaah yang mengikuti kegiatan zikir dan doa bersama larut dalam perenungan saat Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare, Iksan Darwis, menyampaikan tausiyah tentang hikmah tahun baru Hijriah sebagai momentum memperbanyak kebaikan dan melakukan transformasi diri menuju kehidupan yang lebih bermakna.

M. Ihsan Darwis menegaskan bahwa datangnya tahun baru Hijriah tidak boleh dipandang sebatas pergantian angka dalam kalender Islam. Lebih dari itu, momentum tersebut merupakan panggilan untuk melakukan hijrah batin, yaitu berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah Swt. Semangat hijrah, menurutnya, adalah semangat perubahan yang diwariskan Rasulullah saw. untuk membangun peradaban yang lebih baik.

“Hijrah bukan hanya perpindahan tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw. dari Makkah ke Madinah. Hijrah adalah perubahan sikap, perubahan cara berpikir, dan perubahan perilaku menuju kualitas hidup yang lebih baik serta lebih diridai Allah Swt.,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan bahwa tahun baru Hijriah merupakan waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Setiap muslim diajak menengok kembali perjalanan hidup yang telah dilalui, menghitung sejauh mana kualitas ibadah, akhlak, serta kontribusi sosial yang telah diberikan. Dari refleksi tersebut, lahirlah tekad untuk memperbaiki diri dan menyusun langkah-langkah baru yang lebih bernilai di masa mendatang.

Menurutnya, salah satu bentuk hijrah yang paling nyata adalah memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an. Di tengah kehidupan modern yang penuh distraksi, umat Islam perlu kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan. Karena itu, ia mengajak jamaah untuk membangun kebiasaan membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an secara berkelanjutan.

Bahkan, M. Ihsan Darwis mendorong lahirnya gerakan sederhana namun berdampak besar, yakni _one day one juz_. Kebiasaan tersebut, menurutnya, bukan hanya akan mempererat hubungan seorang muslim dengan kitab sucinya, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang lebih sabar, disiplin, dan berakhlak mulia.

“Semoga dengan hadirnya tahun baru Hijriah ini, kita mampu mengisi hari-hari yang diberikan Allah dengan amal yang lebih baik daripada hari-hari sebelumnya. Jangan sampai pergantian waktu hanya menjadi rutinitas tanpa makna. Jadikan momentum ini sebagai kesempatan memperbaiki kualitas ibadah, akhlak, dan hubungan sosial kita,” pesannya.

Selain menekankan pentingnya peningkatan kualitas ibadah, ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga semangat istikamah dalam menjalankan setiap kebaikan. Menurutnya, perubahan besar tidak lahir dari tindakan sesaat, melainkan dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, nilai hijrah harus terus hidup dalam setiap aktivitas kehidupan, bukan hanya dirasakan pada awal tahun Hijriah.

Tausiyah yang disampaikan mendapat perhatian penuh dari jamaah. Materi yang disampaikan tidak hanya menyentuh dimensi spiritual, tetapi juga membangkitkan kesadaran sosial untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, Masjid Raodatul Jannah kembali meneguhkan perannya sebagai pusat pembinaan keagamaan yang menghidupkan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.

Penulis: Saidin Hamzah

Editor: Mifda Hilmiyah

di dalam Berita Fuad
Masuk untuk meninggalkan komentar