Fuad IAIN Parepare - Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare menggelar Workshop Bahan Ajar untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan kesiapan bahan ajar Tahun Akademik 2027/2028, Selasa, 11 Agustus 2026, di Laboratorium BKI, Lantai 4 Laboratorium Terpadu IAIN Parepare. Kegiatan tersebut menghadirkan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Abdul Saman, Ph.D., Kons., sebagai pemateri dan dilaksanakan secara hybrid .
Workshop tersebut diikuti oleh Rektor IAIN Parepare, Dekan FUAD, Kepala Bagian Tata Usaha, Ketua Program Studi BKI, serta dosen pengampu mata kuliah pada Program Studi BKI. Format hybrid memungkinkan dosen yang berhalangan hadir secara langsung maupun sedang melaksanakan tugas di luar kota tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara daring.
Ketua Program Studi BKI sekaligus Ketua Panitia, Dr. Hj. Fidrayani, M.Pd., M.Psi., dalam laporannya menyampaikan bahwa workshop tersebut menjadi bagian dari upaya program studi mempersiapkan bahan ajar yang lebih sistematis dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Menurutnya, keterlibatan para dosen pengampu mata kuliah penting agar bahan ajar yang dikembangkan benar-benar relevan dengan capaian pembelajaran dan karakteristik mahasiswa BKI.
Dekan FUAD, Dr. H. Muhiddin, M.Fil.I., dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran melalui bahan ajar yang tidak hanya memenuhi kebutuhan administrasi akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap proses belajar mahasiswa. Pengembangan bahan ajar, menurutnya, perlu diarahkan pada kebutuhan pembelajaran yang aktual serta mendukung pencapaian kompetensi lulusan.
Sementara itu, Rektor IAIN Parepare, Prof. Hj. Darmawati, M.Pd., menegaskan bahwa bahan ajar harus mampu menghubungkan ilmu yang dipelajari mahasiswa dengan persoalan kehidupan nyata.

“Bahan ajar yang baik adalah yang mampu mengubah cara berpikir, membentuk sikap, dan menuntun mahasiswa mampu menghadapi persoalan nyata,” ujarnya.
Ia menilai karakteristik keilmuan BKI membutuhkan bahan ajar yang tidak berhenti pada penyampaian teori. Mahasiswa BKI nantinya akan berhadapan dengan beragam persoalan manusia, mulai dari keluarga, generasi muda, pendidikan, kehidupan sosial, hingga persoalan psikologis dan spiritual. Karena itu, bahan ajar perlu memuat kasus, pengalaman, dan persoalan nyata yang dapat melatih mahasiswa berpikir serta mengambil keputusan secara bijaksana.
Rektor juga berharap workshop tersebut menghasilkan bahan ajar yang ilmiah, kontekstual, aktual, dan berakar pada nilai-nilai Islam. Ia mengajak para dosen menjadikan bahan ajar sebagai bagian penting dari proses pendidikan, bukan sekadar dokumen untuk memenuhi administrasi akademik.
“Jadikan bahan ajar sebagai jembatan antara ilmu yang kita ajarkan dengan kehidupan yang akan dihadapi mahasiswa,” ujarnya.
Melalui workshop tersebut, Program Studi BKI diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus membangun budaya akademik yang lebih kolaboratif. Pengembangan bahan ajar yang relevan dan aplikatif diharapkan mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) serta meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi persoalan nyata di bidang bimbingan dan konseling.
Penulis: Jumiati
Editor: Sri Rahayu Andira
Workshop Bahan Ajar BKI Dorong Pembelajaran Kontekstual dan Berbasis Nilai Islam