Skip ke Konten

Workshop Bahan Ajar PMI Dorong Integrasi Riset dan Pengabdian

29 Oktober 2026 oleh
Workshop Bahan Ajar PMI Dorong Integrasi Riset dan Pengabdian
Admin Fuad
| Belum ada komentar

Fuad IAIN Parepare - Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare, mengikuti Workshop Bahan Ajar pada 29–30 Oktober 2026 di Ruang Rapat FUAD Lantai 1. Kegiatan yang dibuka oleh Dekan FUAD, Dr. H. Muhiddin, Lc., M.Fil.I., pada Kamis, 29 Oktober 2026, ini bertujuan meningkatkan kualitas bahan ajar melalui penyusunan modul dan buku ajar yang terstruktur, relevan dengan kompetensi lulusan, serta mendukung kebutuhan pembelajaran dan pengembangan masyarakat.

Workshop ini menghadirkan Dr. Adib Sofia, S.S., M.Hum., Ketua Umum Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI), dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sekaligus pelatih pengembangan bahan ajar pada Center for Teaching Staff Development. Materi disampaikan secara daring, sedangkan dosen FUAD mengikuti kegiatan secara luring untuk memperkuat pemahaman tentang perencanaan dan pengembangan bahan ajar yang berkualitas.

Bagi Prodi PMI, pengembangan bahan ajar menjadi bagian penting dalam mendukung pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman konseptual, tetapi juga berkaitan dengan persoalan nyata di masyarakat. Materi perkuliahan yang disusun secara sistematis dan kontekstual diharapkan membantu mahasiswa memahami pendekatan, strategi, dan praktik pengembangan masyarakat secara lebih terarah.

Dalam sambutannya, Muhiddin menegaskan bahwa workshop harus menghasilkan luaran yang jelas, terutama modul pembelajaran dan buku ajar yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan akademik. Bahan ajar tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi dosen dalam menyampaikan materi sekaligus membantu mahasiswa memahami kompetensi yang harus dicapai selama perkuliahan.

“Luaran yang kita harapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya bahan ajar, baik dalam bentuk modul maupun buku ajar. Kita ingin bahan tersebut disusun secara terstruktur sehingga benar-benar dapat digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.

Ia juga mendorong dosen Prodi PMI untuk memanfaatkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pengembangan bahan ajar. Menurutnya, pengalaman lapangan dan temuan akademik dapat memperkaya materi pembelajaran dengan menghadirkan contoh yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

“Harapan saya, hasil penelitian dan pengabdian yang telah dilakukan dosen, termasuk kegiatan di luar kampus, dapat dimasukkan ke dalam bahan ajar. Dengan demikian, materi yang disampaikan kepada mahasiswa tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat,” jelasnya.

Muhiddin menambahkan bahwa bahan ajar yang disusun dengan baik dapat membantu dosen melaksanakan pembelajaran secara efektif sekaligus memudahkan mahasiswa mengikuti perkuliahan secara terarah. Oleh karena itu, penyusunannya perlu memperhatikan kompetensi yang dituju, cakupan materi, strategi pembelajaran, dan evaluasi agar setiap bahan ajar memiliki tujuan yang jelas.

Melalui workshop yang diselenggarakan bersama ASAGI ini, Prodi PMI FUAD IAIN Parepare diharapkan mampu memperkuat kualitas bahan ajar dengan mengintegrasikan teori, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari pengembangan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan akademik sekaligus mendukung pencapaian kompetensi lulusan di bidang Pengembangan Masyarakat Islam.


Penulis : Jumiati

Editor : Sri Rahayu Andira

di dalam Berita Fuad
Workshop Bahan Ajar PMI Dorong Integrasi Riset dan Pengabdian
Admin Fuad 29 Oktober 2026
Share post ini
Label
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar