Skip ke Konten

Yudisium FUAD IAIN Parepare Kukuhkan 131 Mahasiswa, Dekan Tekankan Karakter dan Pengabdian

17 Juli 2026 oleh
Yudisium FUAD IAIN Parepare Kukuhkan 131 Mahasiswa, Dekan Tekankan Karakter dan Pengabdian
Admin Fuad
| Belum ada komentar

FUAD IAIN Parepare – Sebanyak 131 mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare resmi mengikuti yudisium yang digelar di Ballroom Laboratorium Terpadu IAIN Parepare, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FUAD, Wakil Dekan I dan II, para ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta yudisium. Prosesi pengukuhan menjadi penanda resmi kelulusan akademik sekaligus momentum bagi para lulusan untuk memasuki dunia pengabdian kepada masyarakat.



Prosesi yudisium diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Yudisium Nomor B.1782/In.39.7/PP.00.9/07/2026 oleh Dekan FUAD IAIN Parepare, Muhiddin, sebagai penanda resmi pengukuhan 131 mahasiswa sebagai peserta yudisium. Setelah itu, Wakil Dekan I FUAD, Ahmad Yani, melanjutkan prosesi dengan membacakan lampiran Surat Keputusan Yudisium yang memuat daftar nama peserta yang dinyatakan lulus.


Dalam penyampaian pesan dan kesan akademik, Ketua Program Studi Sosiologi Agama, Nurul Mutmainnah, menekankan bahwa tanggung jawab memiliki peran yang lebih besar dibanding sekadar mengikuti passion dalam kehidupan profesional.

"Saya tidak mengatakan bahwa passion itu tidak penting. Passion dapat membuat seseorang menikmati pekerjaannya. Namun, dalam kehidupan nyata, ada sesuatu yang lebih penting daripada passion, yaitu tanggung jawab," ujarnya.


Ia menjelaskan, ketika memasuki dunia kerja, seseorang akan memikul harapan orang tua, keluarga, dan masyarakat sehingga yang membuat seseorang tetap bekerja dengan sungguh-sungguh adalah rasa tanggung jawab, bukan hanya kesukaan terhadap pekerjaannya.


Menurutnya, kemampuan untuk bertahan dan berkembang dalam karier dibangun melalui kompetensi yang terus diasah, etos kerja yang baik, disiplin, kejujuran, serta tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal utama bagi lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.


Sementara itu, Dekan FUAD, Muhiddin Bakri, mengingatkan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjuangan akademik, melainkan awal memasuki fase pengabdian sebagai alumni.

"Jangan jadikan yudisium ini sebagai akhir dari segala perjuangan Anda, tetapi jadikan ini sebagai awal pengabdian saudara-saudara. Sebagai alumni, ada tanggung jawab dan amanah besar yang berada di pundak Anda," katanya.


Ia juga mengajak para lulusan untuk tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi membangun karakter yang kuat. Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), membuat informasi semakin mudah diperoleh. Namun, nilai adab, kejujuran, integritas, dan perilaku yang baik tetap menjadi pembeda utama setiap individu.


Selain itu, Muhiddin mendorong lulusan agar terus melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensi. Ia menyebutkan bahwa IAIN Parepare telah menyediakan program Pascasarjana sebagai salah satu ruang pengembangan akademik. Di samping itu, lulusan juga diminta menguasai berbagai keterampilan, seperti kemampuan berbahasa asing, komunikasi publik, serta kompetensi lain yang relevan dengan perkembangan zaman.


Dalam arahannya, ia turut mengingatkan para alumni agar menjadi representasi Islam yang menyejukkan di tengah masyarakat. Menurutnya, lulusan FUAD diharapkan mampu menjadi pribadi yang moderat, membawa nilai-nilai rahmatan lil 'alamin, serta membuka peluang karier di berbagai bidang, termasuk sebagai kreator konten, pembicara publik, maupun profesi lain yang sesuai dengan kompetensi masing-masing.


Menutup sambutannya, Muhiddin Bakri berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi kejujuran, disiplin, dan profesionalisme, serta tidak memutus hubungan dengan kampus. Ia berharap para alumni terus membangun jejaring, berbagi pengalaman, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat di mana pun berada.


Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kelulusan para peserta sekaligus harapan agar ilmu yang diperoleh dapat membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.


Penulis: Jumiati

Editor: Mifda Hilmiyah

di dalam Berita Fuad
Masuk untuk meninggalkan komentar