Fuad IAIN Parepare - Kreativitas mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare, diwujudkan melalui produksi dua film yang mengangkat nilai budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat lokal. Kedua karya tersebut diputar dalam Gala Premiere Film Mahasiswa KPI yang digelar di Auditorium IAIN Parepare, Selasa (24/12/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan produksi media dan sinematografi. Film Siri dan Di Bawah Langit Desa Wae’ Solo menjadi dua karya yang ditampilkan setelah melalui proses produksi selama kurang lebih dua bulan, mulai dari penyusunan konsep, pra-produksi, pengambilan gambar hingga tahap penyuntingan.
Gala premiere tersebut turut dihadiri Dekan FUAD IAIN Parepare, Dr. Nurkidam, M.Hum., Ketua Program Studi KPI, Nurhakki, M.Si., sejumlah dosen FUAD, sivitas akademika, serta masyarakat umum. Kehadiran penonton menunjukkan antusiasme terhadap karya audiovisual yang diproduksi oleh mahasiswa.
Dekan FUAD IAIN Parepare, Dr. Nurkidam, M.Hum., memberikan apresiasi terhadap keberanian mahasiswa menjadikan budaya lokal sebagai bagian dari karya kreatif. Menurutnya, pengangkatan budaya dalam karya audiovisual dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga nilai-nilai lokal tetap dikenal dan dibicarakan di tengah perkembangan zaman.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Program Studi KPI, Nurhakki, M.Si. Ia menilai proses produksi film memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan yang tidak hanya berkaitan dengan pengoperasian kamera, tetapi juga penulisan cerita, penyutradaraan, pengelolaan produksi, hingga pengembangan potensi individu.
Film Siri yang disutradarai Siti Mahmudah mengangkat persoalan harga diri dan tradisi dalam masyarakat Bugis. Cerita berpusat pada Andi Sakia yang menghadapi persoalan keluarga dan pilihan antara cinta dengan loyalitas setelah kakaknya, Andi Safira, meninggalkan rencana perjodohan.
Penggarapan Siri dilakukan dengan mempertimbangkan penggunaan bahasa dan nilai budaya Bugis. Tim produksi berupaya menghadirkan konflik secara kritis tanpa menghilangkan penghormatan terhadap nilai siri’ sebagai salah satu konsep penting dalam kehidupan masyarakat Bugis.
Sementara itu, Di Bawah Langit Desa Wae’ Solo karya sutradara Muhammad Gufran Gani mengambil pendekatan berbeda dengan memadukan cerita horor dan tradisi lokal. Film tersebut menceritakan perjalanan lima mahasiswa yang melakukan liputan di sebuah desa terpencil dan kemudian berhadapan dengan ritual Mappaleweng yang berkaitan dengan tradisi penolakan bala bagi pendatang.
Selain membangun alur cerita, tim produksi film tersebut memperkuat suasana melalui tata rias, kostum, pencahayaan, dan pengaturan visual. Unsur-unsur tersebut digunakan untuk menciptakan atmosfer yang mendukung karakter film sekaligus memperkuat pesan mengenai pentingnya menghargai adat dan lingkungan ketika berada di tempat baru.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KPI FUAD IAIN Parepare tidak hanya menghasilkan karya sebagai bagian dari proses perkuliahan, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengelola produksi audiovisual secara langsung. Dua film yang ditampilkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menggabungkan kemampuan komunikasi, penyiaran, kreativitas, dan pengenalan budaya lokal dalam sebuah karya yang dapat dinikmati publik.
Gala premiere ini sekaligus memperlihatkan bahwa budaya dan tradisi lokal dapat dikembangkan menjadi sumber ide kreatif dalam produksi media. Bagi mahasiswa KPI FUAD, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mempersiapkan kemampuan akademik dan praktis sebelum memasuki dunia industri media dan komunikasi.
Mahasiswa KPI FUAD Tunjukkan Kreativitas melalui Karya Film Budaya Lokal