Skip ke Konten

FUAD Gelar Monitoring dan Evaluasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) 2025

31 Desember 2025 oleh | Belum ada komentar

Humas IAIN Parepare- Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada, Senin–Rabu (29–31/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Sobat Kopi, Kota Parepare, sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola mutu akademik dan kelembagaan di lingkungan FUAD.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FUAD A. Nurkidam, Wakil Dekan I dan II FUAD Iskandar dan Nurhikmah, Ketua LPM IAIN Parepare Muhamamd Qadaruddin, Ketua Senat IAIN Parepare Sitti Aminah, Kabag FUAD Nurmi, seluruh Ketua Program Studi, Tim Humas, serta Admin lingkup FUAD.


Forum Monitoring dan Evaluasi secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I FUAD, Iskandar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan Monev SPMI, khususnya Monev anggaran, bertujuan untuk memastikan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) berjalan secara utuh dan berkelanjutan di setiap unit kerja.


Dekan FUAD, A. Nurkidam, dalam arahannya menekankan pentingnya penyelesaian seluruh laporan sebelum hadirnya pemeriksaan. Ia mengingatkan bahwa pelaporan yang tertib dan tepat waktu menjadi indikator penting dalam penjaminan mutu dan akuntabilitas fakultas.


Lebih lanjut, Dekan FUAD juga menyoroti perlunya sinkronisasi dokumen perencanaan, khususnya kesesuaian antara Renstra Fakultas dengan Renstra Institut. Menurutnya, Renstra Institut bersifat payung besar, sementara Renstra Fakultas menaungi program studi, sehingga harus saling terhubung dan sejalan. Ia berharap kehadiran LPM dapat memperkuat proses penyelarasan tersebut, termasuk percepatan penyelesaian laporan keuangan yang ditargetkan rampung pada awal pekan.


Dalam kesempatan yang sama, Dekan FUAD juga mendorong agar ke depan setiap kegiatan di lingkungan FUAD dilengkapi dengan tim evaluasi. “Hal ini dimaksudkan agar setiap program memiliki catatan capaian dan kendala sebagai bahan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan seluruh unit untuk menyelesaikan laporan sebelum akhir Januari serta memberi perhatian serius pada implementasi RPS berbasis Outcome Based Education (OBE).


Ketua LPM IAIN Parepare, Muhammad Qadaruddin, dalam arahannya menegaskan bahwa setiap fakultas harus benar-benar memahami dan memperhatikan SPMI masing-masing, karena karakter SPMI setiap fakultas berbeda. Kesalahan dalam memahami SPMI, menurutnya, akan berdampak langsung pada kesalahan laporan yang dihasilkan.


Muhammad Qadaruddin juga menguraikan beberapa kelemahan yang kerap muncul dalam proses akreditasi, di antaranya dokumentasi yang belum tertata antara prodi dan fakultas, kurangnya sinkronisasi data, rendahnya ketelitian dalam menyiapkan dokumen, serta belum maksimalnya pemanfaatan potensi dosen dalam kegiatan tridarma. Ia menekankan pentingnya memilih standar tertinggi dalam evaluasi, khususnya pada Buku Tiga SPMI, agar hasil penilaian benar-benar mencerminkan kualitas.


FUAD IAIN Parepare berharap melalui Kegiatan Monitoring dan Evaluasi SPMI ini, seluruh dokumen penjaminan mutu dapat disiapkan secara komprehensif dan berkualitas dalam rangka menyongsong akreditasi ke depan. Seluruh laporan evaluasi diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar mencerminkan proses dan capaian nyata yang telah dilakukan. (shz/mif)

di dalam Berita Fuad
Masuk untuk meninggalkan komentar