FUAD IAIN Parepare – Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) resmi menutup rangkaian kegiatan Asesmen Lapangan (AL) pada Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Penutupan yang diwarnai dengan penandatanganan berita acara ini dilangsungkan di Laboratorium Terpadu IAIN Parepare pada Selasa (5/5/2026) malam, pukul 20.00 WITA, serta dihadiri langsung oleh pimpinan tertinggi institut, jajaran kepala pusat, dekanat, pimpinan fakultas, dan tamu undangan.
Asesor BAN-PT, Dr. Awaluddin Hamzah, S.P., M.Si. dari Universitas Negeri Halu Oleo, dalam pemaparan hasil evaluasinya menegaskan bahwa visi dan tujuan IAIN Parepare yang memayungi program studi telah tersusun dengan sangat jelas. Tata kelola dan tata pamong juga dinilai telah terstruktur dengan baik sesuai penjabaran pada Rencana Strategis (Renstra).

Meski demikian, Dr. Awaluddin memberikan sejumlah rekomendasi penting guna peningkatan mutu berkelanjutan. "Perlu adanya penguatan pada indikator capaian agar lebih terukur, termasuk persentase capaian yang jelas saat presentasi. Selain itu, evaluasi capaian perlu dirutinkan setiap triwulan," tegasnya. Terkait adanya penurunan jumlah mahasiswa dalam dua tahun terakhir, ia merekomendasikan peningkatan masif dalam hal sosialisasi, serta evaluasi komprehensif pada sektor pendidikan, kurikulum, dan penelitian.
Apresiasi tinggi juga datang dari Asesor BAN-PT, Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia secara terbuka memuji dedikasi tim akreditasi FUAD IAIN Parepare.
"Terima kasih sudah menunjukkan kinerja yang di luar ekspektasi kami. Bapak dan Ibu memiliki semangat yang luar biasa," ujar Prof. Inayah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penggalian data terdapat sikap yang ketat, seraya menegaskan bahwa hal tersebut murni dilakukan untuk memberikan hasil evaluasi terbaik bagi program studi. "Harapannya, apa yang kita usahakan ini sejalan dengan doa, dan semoga hasilnya sesuai dengan yang Bapak Ibu harapkan," tambahnya.

Menanggapi hasil evaluasi dan rekomendasi dari tim asesor, Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag., menyampaikan komitmen penuh institusi untuk menindaklanjuti seluruh catatan tersebut. Terkait fluktuasi jumlah mahasiswa, Rektor menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyiapkan strategi khusus, salah satunya dengan menjamin Uang Kuliah Tunggal (UKT) terendah bagi mahasiswa Prodi PMI.
Lebih lanjut, Prof. Hannani menegaskan bahwa transformasi pendidikan di IAIN Parepare terus digenjot, terbukti dengan penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE secara bertahap sejak tahun 2024.
"Tahun ini, kami sudah mewajibkan insersi nilai-nilai seperti kurikulum cinta, akulturasi budaya, dan moderasi beragama yang disesuaikan dengan mata kuliah masing-masing," papar Prof. Hannani. Rektor juga menekankan pentingnya kerja keras dalam penerapan metodologi pembelajaran baru, di mana asesmen tidak lagi sekadar sumatif, melainkan bergeser pada asesmen proses. "Tantangan kurikulum OBE ini kami rancang agar betul-betul dapat menjawab kebutuhan dunia industri dan masyarakat."

Sebagai penutup, Prof. Hannani memastikan bahwa seluruh masukan dari kedua asesor akan dikawal ketat dan dijadikan rujukan utama dalam penyusunan program kerja pada tahun-tahun berikutnya. Kegiatan visitasi akademik ini kemudian ditutup secara resmi dengan prosesi penandatanganan Berita Acara Asesmen Lapangan oleh tim asesor BAN-PT dan pimpinan perguruan tinggi.
Penulis : Jumiati
Editor : Hayana
Penutupan Asesmen Lapangan Prodi PMI FUAD, Asesor BAN-PT Apresiasi Kinerja Luar Biasa