FUAD IAIN Parepare - Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) menggelar rapat koordinasi persiapan penguatan akreditasi pada Selasa (31/3/2026) di Ruang Rapat FUAD Lantai 1, dengan melibatkan pimpinan fakultas, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), hingga tim akreditasi program studi. Rapat ini membahas strategi percepatan kesiapan menghadapi asesmen lapangan bagi tiga program studi S1 Jurnalistik Islam, S1 Sosiologi Agama, dan S1 Pengembangan Masyarakat Islam yang saat ini telah memasuki tahap asesmen kecukupan, dengan penekanan pada kelengkapan dokumen, validitas tautan, dan koordinasi lintas unit.
Rapat dipimpin oleh Wakil Dekan I, Dr. Iskandar, serta dihadiri oleh Dekan FUAD Dr. A. Nurkidam, M.Hum., Wakil Dekan I Dr. Iskandar, S.Ag., M.Sos.I., Wakil Dekan II Dr. Nurhikmah, M.Sos.I., Kepala Bagian Tata Usaha Dr. Hj. Nurmi, M.A., Ketua LPM Dr. Muhammad Qadaruddin, M.Sos.I., Sekretaris LPM Mahyuddin, M.A., serta Kepala Pusat Akreditasi Dr. Sulvinajayanti, S.Kom., M.I.Kom. Turut hadir pula ketua dan sekretaris gugus mutu fakultas dan program studi, ketua program studi, tim akreditasi dari tiga prodi, serta staf administrasi.

Dalam arahannya, Dekan FUAD A. Nurkidam menegaskan pentingnya kesiapan maksimal menghadapi asesmen lapangan setelah tahap asesmen kecukupan dilalui. Ia menyampaikan harapan agar ketiga program studi yang sedang berproses dapat meraih predikat unggul. Selain itu, Dekan menekankan agar seluruh tautan dokumen dalam Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) dipastikan aktif, lengkap, dan sesuai isi.
“Seluruh program studi diminta turut terlibat membantu penyediaan data yang dibutuhkan, sehingga proses akreditasi tidak hanya menjadi tanggung jawab tiga prodi, tetapi menjadi kerja kolektif fakultas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LPM, Dr. Muhammad Qadaruddin, menekankan pentingnya validasi dokumen dan aksesibilitas tautan bagi asesor. Ia mengingatkan agar seluruh dokumen dilengkapi sebelum asesmen lapangan tanpa menunggu perpanjangan masa asesmen kecukupan.

Menurutnya, penilaian tidak semata bertumpu pada kuantitas data mahasiswa, melainkan juga pada kualitas capaian yang dihasilkan. Indikator tersebut mencakup persentase kelulusan, prestasi akademik dan nonakademik, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian. Ia juga mendorong optimalisasi data tahun berjalan melalui penambahan periode terbaru sebagai strategi untuk memperkuat nilai akreditasi.
“Pastikan seluruh tautan sudah tervalidasi, tidak ada yang kosong, dan isi dokumen benar-benar mencerminkan kondisi riil program studi,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut juga ditegaskan perlunya dukungan pimpinan dalam memastikan keterbukaan akses dokumen, kesiapan data tambahan jika diminta asesor, serta penguatan koordinasi lintas unit dalam penyediaan eviden pendukung.
Menutup rapat, moderator menyimpulkan bahwa seluruh tim akreditasi harus menjaga soliditas dan segera mempersiapkan seluruh kebutuhan asesmen secara menyeluruh. Ia juga mengingatkan bahwa asesmen lapangan memiliki bobot signifikan, yakni hingga 10 poin penilaian, yang akan menentukan capaian akhir akreditasi apakah berada pada kategori memuaskan atau sangat memuaskan.
Dengan koordinasi yang intensif dan kesiapan dokumen yang matang, FUAD optimistis tiga program studi yang sedang dalam proses akreditasi dapat memperoleh hasil maksimal sesuai target yang telah ditetapkan. (jum/hyn)
Rapat Koordinasi FUAD Perkuat Kesiapan Tiga Prodi Hadapi Asesmen Lapangan Akreditasi