Skip ke Konten

Yudisium Perdana 2026, FUAD IAIN Parepare Kukuhkan 45 Sarjana Baru

23 Januari 2026 oleh | Belum ada komentar

Humas IAIN Parepare- Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare mencatat sejarah baru dengan menggelar Yudisium perdana pada tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Gedung Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Lantai 1, sekaligus menjadi penanda resmi berakhirnya proses akademik mahasiswa di tingkat fakultas, Jumat (23/1/2026)


Sebanyak 45 mahasiswa dari berbagai program studi secara resmi dikukuhkan sebagai sarjana baru FUAD. Yudisium perdana ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi institusi, sebagai wujud komitmen fakultas dalam menjaga kualitas akademik dan tata kelola pendidikan tinggi.


Kegiatan yudisium dihadiri langsung oleh Dekan FUAD A. Nurkidam, Wakil Dekan I Iskandar, Wakil Dekan II Nurhikmah, Kepala Bagian Tata Usaha FUAD Hj. Nurmi, seluruh Ketua Program Studi beserta admin di lingkungan FUAD, serta para peserta yudisium.


Prosesi inti yudisium ditandai dengan pembacaan berita acara yudisium yang dipimpin langsung oleh Dekan FUAD. Momen ini menjadi simbol pengesahan akademik sekaligus gerbang awal bagi para lulusan untuk melangkah menuju tahap wisuda dan pengabdian di tengah masyarakat.

Pesan dan kesan akademik disampaikan oleh Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Nurhaki. Ia mengapresiasi perjuangan mahasiswa yang telah menuntaskan proses perkuliahan. Menurutnya, perjalanan akademik bukan semata-mata tentang pencapaian nilai, tetapi juga proses pembentukan karakter, ketahanan mental, dan kepekaan sosial.


Dalam sambutannya, Dekan FUAD A. Nurkidam, menegaskan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan intelektual. Ia mengingatkan bahwa Islam menempatkan ilmu sebagai fondasi kehidupan, sebagaimana wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah membaca. Membaca, lanjutnya, harus dimaknai secara luas sebagai upaya terus-menerus memperkaya wawasan dan memperdalam kualitas diri.


Dekan juga menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teori dan praktik dalam kehidupan nyata. Ia berpesan agar para lulusan tidak bersikap jumawa setelah meraih gelar sarjana. “Jadilah seperti padi, semakin berisi semakin menunduk,” ujarnya, sembari mengajak alumni FUAD untuk menjadi cahaya (nur) yang memberi manfaat bagi masyarakat dalam bingkai budaya dan nilai-nilai keislaman.


Sementara itu, Wakil Dekan I, Iskandar, memaparkan klasifikasi predikat kelulusan yang diraih peserta yudisium, yakni memuaskan, sangat memuaskan, dan dengan pujian. Ia menegaskan bahwa predikat tersebut merupakan hasil dari proses akademik panjang yang menuntut kedisiplinan, konsistensi, dan ketekunan.


Menutup rangkaian acara, para peserta yudisium diingatkan untuk senantiasa menjaga identitas sebagai sarjana muslim dan bagian dari budaya Bugis di tengah derasnya arus globalisasi. Gelar sarjana ditegaskan bukan sekadar tambahan gelar akademik, melainkan amanah moral untuk terus belajar, menjaga nama baik almamater, dan mengabdikan ilmu demi kemaslahatan umat dan masyarakat luas. (shz/mif)

di dalam Berita Fuad
Masuk untuk meninggalkan komentar