Humas IAIN Parepare - Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare menggelar Seminar Kebangsaan bertema “Demokrasi di Era Algoritma: Membaca Indonesia dalam Ruang Digital” di Ballroom Laboratorium Terpadu Lantai 1 IAIN Parepare, Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri dari perspektif hukum, pendidikan, serta sosial budaya untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi digital.

Seminar tersebut dihadiri Wakil Rektor III IAIN Parepare, Dr. Kaharuddin, S.Ag., M.Pd.I.; Dekan FUAD, Dr. H. Muhiddin, Lc., M.Fil.I.; perwakilan SEMA Institut, DEMA Institut, dan DEMA FUAD; pimpinan komandan UKK/UKM IAIN Parepare; para ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS); serta peserta seminar. Kegiatan ini mengusung semangat “Bersama Memahami, Bersama Menguatkan Nilai Kebangsaan di Era Digital”.
Tiga pemateri membahas demokrasi digital dari sudut pandang yang berbeda. Dr. Zainal Said, M.H., menyampaikan perspektif hukum, Ahmad Kohawan, S.Pd., M.Pd., mengulas perspektif pendidikan, sedangkan Ilham Mustamin, S.Pd., membahas perspektif sosial budaya. Ketiga perspektif tersebut memberikan pemahaman mengenai pengaruh perkembangan teknologi dan arus informasi terhadap kehidupan demokrasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dekan FUAD, Dr. H. Muhiddin, Lc., M.Fil.I., mengapresiasi inisiatif SEMA FUAD dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia berharap seminar ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pemahaman mahasiswa dalam menjalankan kehidupan demokrasi secara bertanggung jawab.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh SEMA FUAD. Saya berharap kegiatan ini diikuti dengan sebaik-baiknya dan memberikan dampak bagi mahasiswa dalam berdemokrasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, terutama di tengah maraknya informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Menurutnya, mahasiswa perlu menyaring dan menganalisis setiap informasi agar tidak turut menyebarkan berita bohong atau hoaks.
Sementara itu, Wakil Rektor III IAIN Parepare, Dr. Kaharuddin, S.Ag., M.Pd.I., saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan, menyoroti peran kecerdasan buatan dan algoritma dalam menentukan arus informasi yang diterima masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut turut memengaruhi pembentukan opini publik, termasuk dalam persoalan politik, sehingga menghadirkan tantangan tersendiri bagi kehidupan demokrasi di ruang digital.
Ia mencontohkan dinamika media sosial yang kerap diwarnai pertentangan opini. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menyikapi informasi secara bijak dan tidak terburu-buru memberikan tanggapan atau membagikan konten yang belum terverifikasi.
“Kita harus bijak. Jangan setiap ada berita langsung dibagikan atau langsung direspons. Kita harus menganalisisnya dengan cermat,” pesannya kepada peserta seminar.

Melalui seminar kebangsaan ini, SEMA FUAD IAIN Parepare mendorong mahasiswa untuk meningkatkan literasi digital, membangun sikap kritis terhadap informasi, serta memahami pentingnya tanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Pemahaman tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong praktik demokrasi yang lebih bijak di tengah perkembangan teknologi digital.
Penulis : Jumiati
Editor : Sri Rahayu Andira
SEMA FUAD IAIN Parepare Gelar Seminar Kebangsaan tentang Demokrasi Digital