Page Nav

HIDE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Dosen BKI Menggagas Sertifikasi Konselor Islam di Surabaya

FUAD IAIN PAREPARE - Dosen Prodi Bimbingan Konseling Islam, Emilia Mustary mengkuti Seminar Nasional dan Workshop Pengembangan Sertifik...



FUAD IAIN PAREPARE- Dosen Prodi Bimbingan Konseling Islam, Emilia Mustary mengkuti Seminar Nasional dan Workshop Pengembangan Sertifikasi Konselor Islam untuk merespon Revolusi Industri 4.0 di Surabaya. Kegiatan ini berlangsung Selasa-Rabu (29-30/10) di Aula FDK UIN Sunan Ampel dan Hotel Greensa Inn, Sidoarjo.



Kegiatan ini merupakan kerja sama Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Departemen Pendidikan, Pelatihan dan Sertifikasi Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam (PABKI).  

Kegiatan yang diikuti 59 peserta ini  bertujuan untuk menyiapkan calon konselor islam yang berkompeten dan lebih siap berperan dalam masyarakat dan dunia kerja. Peserta dibekali dengan kurikulum BKI yang responsif pada revolusi industri 4.0, pelatihan dan sertifikasi kompetensi konselor islam dan pengembangan proses dan evaluasi perkuliahan prodi BKI melalui e-learning.

Workshop pengembangan sertifikasi konselor ini dilatari atas kenyataan di lapangan yang melihat bahwa sebagian besar konselor islam dalam praktiknya masih terkadang tumpang tindih dengan konselor dari BK Umum dikarenakan belum menggunakan landasan Al Qur'an dan hadist dalam menjalankan profesinya. Seminar menghadirkan pemateri, yaitu Presiden PABKI Dr. Aep Kusnawan, M.Ag dengan membawakan materi kurikulum BKI yang responsif pada revolusi industri 4.0, Said Hasan Basri, S.Psi, M.Psi Kaprodi BKI UIN Sunan Kalijaga yang membawakan materi pengembangan dan pelatihan dan sertifikasi kompetensi konselor islam, dan Sekjen PABKI, sekaligus penulis buku “Psikospiritual Konseling Islam”  Dr. Agus Santoso, M.Pd  mempresentasikan tujuan, profil lulusan dan proses perkuliahan konselor islam.

Setelah seminar, kegiatan dilanjutkan dengan agenda Presentasi dan Workshop. Peserta dibagi dalam sidang  komisi dengan membahas beberap tema, di antaranya strategi dan metode dalam proses perkuliahan sertifikasi konselor islam, kriteria instruktur dan peserta konselor islam dan menyepakati rencana tindak lanjut pengembangan pelatihan dan sertifikasi konselor islam, dsb. Adapun keputusan dari sidang pleno, sertifikasi konselor islam akan diikuti oleh lulusan s1 dari bki-bpi-bkpi-bk-psikologi dan akan dilakukan selama 100 jpl, 40 jam di dalam kelas selama 4 hari, 60 jam di luar kelas praktikum selama dua bulan.

"Kegiatan ini sebenarnya kegiatan tahunan dari PABKI dengan tema pertemuan pembahasan program sertifikasi konselor islam," jelas Emil saat dihubungi via whatsApp. "Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menyatukan seluruh dosen di prodi bki/bpi-bkpi yang ada di Indonesia. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi dan diskusi mengenai kondisi yang ada di masing- masing institusi untuk mencari solusi bersama, khususnya mengenai kompetensi dasar yang harus dimiliki untuk menjadi konselor islam," tambahnya.  Adapun rekomendasi dari kegiatan ini salah satunya adalah segera menggodok modul yang akan digunakan dan menjajaki kerjasama ke Kemenag untuk legalitas program sertifikasi nanti. (mif)

Tidak ada komentar

Kantor